Plante
Teh hijau
Camellia sinensis · 녹차 (Nokcha)
Teh hijau Korea — terutama dibudidayakan di Boseong dan Hadong, di teras berkabut yang menghasilkan daun terkaya akan katekin di dunia. Diaplikasikan pada kulit, ia adalah tameng antioksidan: EGCG (epigalokatekin galat), polifenol, dan L-teanin membentuk koktail anti-penuaan yang divalidasi secara ilmiah.
Type de peau
Kulit kombinasi, berminyak, terpapar polusi, lelah, garis halus pertama.
Concentration
Konsentrasi anjuran: 1 hingga 5% ekstrak terstandar EGCG (5% tipikal).
Compatibilité
Luar biasa dengan: vitamin C, niacinamide, beras fermentasi, asam hialuronat. Hindari dengan: peroksida.
Bénéfices sur la peau
- Perlindungan antioksidan kuat (menetralisir radikal bebas)
- Menenangkan iritasi
- Regulasi sebum (kulit kombinasi/berminyak)
- Anti-penuaan (perlindungan DNA seluler)
- Efek matifying alami
- Mengurangi kantung di bawah mata (vasokonstriksi)
Comment ça agit, scientifiquement
EGCG menghambat metaloproteinase MMP-1 — enzim yang menghancurkan kolagen akibat paparan UV. Polifenol menetralisir radikal bebas sebelum merusak DNA seluler. Kafein yang ada menyebabkan sedikit vasokonstriksi (efek dekongestan pada area mata).
Tradition coréenne
Histoire et usage ancestral
Teh tiba di Korea pada abad ke-9 melalui para biksu Buddha yang kembali dari Tiongkok. Pada masa Joseon, upacara teh menjadi seni yang terkodifikasi, dan air teh dingin menjadi ritual perawatan wajah di kalangan bangsawan. Para perempuan petani di Hadong menggunakan daun seduhannya sebagai kompres untuk kulit terbakar matahari.
Comment l'utiliser
- 01 Toner atau esens di pagi hari (anti-polusi)
- 02 Serum eye contour (kantung mata)
- 03 Cocok sepanjang tahun
- 04 Efek terlihat pada sebum sejak 7 hari