Fermenté
Kedelai fermentasi
Soya bean ferment · 콩 발효액
Kedelai, difermentasi selama 90 hari menurut metode tradisional Korea (mirip dengan doenjang), melepaskan koktail unik: isoflavon (genistein, daidzein), saponin, peptida. Bioavailabilitas maksimum setelah fermentasi. Aksi anti-penuaan fito-estrogenik yang terdokumentasi.
Type de peau
Kulit matang, perimenopause, kehilangan kekencangan, kehilangan vitalitas.
Concentration
1 hingga 10% ekstrak fermentasi terstandar.
Compatibilité
Luar biasa dengan: peptida, niacinamide, ginseng, beras fermentasi.
Bénéfices sur la peau
- Anti-penuaan struktural (fito-estrogen)
- Merangsang kolagen
- Efek pengisi dan mengencangkan
- Antioksidan kuat (isoflavon)
- Regulasi hormonal kulit
- Menenangkan dan hidrasi
Comment ça agit, scientifiquement
Isoflavon (terutama genistein) adalah fito-estrogen yang mampu berikatan dengan reseptor ERα/β kulit dan sebagian meniru efek estrogen — sangat bermanfaat pada perimenopause. Fermentasi meningkatkan bioavailabilitasnya 7×.
Tradition coréenne
Histoire et usage ancestral
Kedelai telah difermentasi di Korea selama 2.000 tahun untuk doenjang (pasta) dan ganjang (saus). Penggunaan kosmetik ilmiahnya dimulai pada 2010-an, menunggangi gelombang 'slow fermented K-beauty'.
Comment l'utiliser
- 01 Serum anti-penuaan di malam hari
- 02 Sangat bermanfaat pada perimenopause
- 03 Kur 8 minggu untuk efek terlihat
- 04 Cocok dengan semua aktif anti-penuaan lainnya