Mutiara tiram yang digiling menjadi bubuk mikrohalus, bahan imperial kosmetik kerajaan Korea. The History of Whoo menjadikannya bahan ikonik dalam kompleks Gongjinhyang. Kaya asam amino kalsium, keratin, dan faktor pertumbuhan, ia menerangi dan mengencangkan.
01 · Type de peau
Kulit matang, kusam, mencari kilau, garis halus pertama.
02 · Concentration efficace
0,5 hingga 5% bubuk mikrohalus (digiling nano).
03 · Compatibilité
Cocok dengan semua aktif.
Bénéfices mesurés
Ce que la science observe
Efek 'halo bercahaya' yang segera
Kaya kalsium yang bioavailable
Merangsang kolagen
Anti-penuaan struktural
Refleksi optik cahaya (efek healthy-glow)
Menenangkan dan hidrasi
Mécanisme
Action moléculaire
Bubuk mutiara mengandung 30 asam amino berbeda, asam amino kalsium yang bioavailable, dan conchiolin (protein struktural). Ia merangsang produksi kolagen dan memiliki efek optik reflektif pada kulit. Enzim alami mengaktifkan pembaruan seluler.
Origine et tradition
Du palais aux laboratoires
Permaisuri Wu Zetian (abad ke-7, Tiongkok) meminum infus bubuk mutiara setiap hari. Ratu Joseon mengoleskannya sebagai masker mingguan. Metode tradisional menggunakan mutiara tiram air tawar dari Hubei, digiling selama 24 jam menjadi bubuk mikrohalus.
Protocole d'application
Mode d'emploi clinique
- Étape 01 Krim atau serum kaya di malam hari
- Étape 02 Sebagai masker bubuk sekali seminggu
- Étape 03 Efek 'healthy glow' yang segera
- Étape 04 Kur 8 minggu untuk efek anti-penuaan