Plante
Mugwort
Artemisia princeps · 쑥 (Ssuk)
Herba sakral yang menjadi pondasi Korea. Menurut mitos Dangun, perempuan Korea pertama adalah beruang yang berubah setelah 100 hari di gua hanya memakan mugwort dan bawang putih. Mugwort Korea (spesies berbeda dari rekan Eropanya) mengandung seskuiterpen anti-inflamasi unik dan koktail vitamin yang menenangkan.
Type de peau
Kulit sensitif, kombinasi hingga berminyak, berjerawat, teriritasi, stres.
Concentration
Konsentrasi anjuran: 5 hingga 80% ekstrak fermentasi (toner-esens sangat pekat dimungkinkan).
Compatibilité
Sinergi dengan: centella, propolis, madu, beras fermentasi, panthenol. Hindari dengan: alkohol terdenaturasi.
Bénéfices sur la peau
- Efek menenangkan yang kuat pada kulit reaktif
- Antibakteri alami (membantu kulit rentan jerawat)
- Antioksidan (vitamin E, polifenol)
- Hidrasi mendalam
- Regulasi sekresi sebum
- Mengurangi kemerahan
Comment ça agit, scientifiquement
Eupatilin dan jaceosidin — seskuiterpen khas Artemisia princeps — memodulasi jalur NF-κB dan menghambat produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6). Polisakarida tumbuhan ini membentuk film menghidrasi yang menahan air di stratum corneum.
Tradition coréenne
Histoire et usage ancestral
Mugwort hadir dalam budaya Korea sejak masa prasejarah. Orang memakannya dalam tteok (kue beras), meminumnya sebagai teh, dan membakarnya dalam ritual perdukunan. Dalam kosmetik, perempuan Joseon menyiapkan rebusan lama (3 jam) yang mereka gunakan sebagai toner penenang, terutama setelah masa stres atau pada musim kering.
Comment l'utiliser
- 01 Sebagai toner-esens menenangkan pagi dan malam
- 02 Sebagai sheet mask untuk efek penenang intens
- 03 Ideal setelah pembersihan bila kulit reaktif
- 04 Efek terlihat segera pada kemerahan